ANALISIS PERILAKU KONSUMEN SERTA FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PRODUK CREPE
( kasus : D’crepes dan Crepes Co Pangrango Plaza –Bogor )
SKRIPSI
NAMA : YANDRI MAULANA
NIM : 43109110056
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCUBUANA
JAKARTA
2012
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN SERTA FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PRODUK CREPE
( kasus : D’crepes dan Crepes Co Pangrango Plaza –Bogor )
SKRIPSI
Diajukan Sebagai salah satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
SARJANA EKONOMI
Program Studi Manajemen – Strata 1
NAMA : YANDRI MAULANA
NIM : 43109110056
FAKULTAS EKONOMI
JAKARTA
2012
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Yandri Maulana
Nim : 43109110056
Program Studi : Manajemen
Menyatakan bahwa skripsi ini adalah murni hasil karya sendiri .Apabila saya mengutip dari karya orang lain ,maka saya mencatumkan sumbernya sesuai dengan ketentuan yang berlaku . Saya bersedia dikenai sanksi pembatalan skripsi ini apabila terbukti melakukan tindakan plagiat ( penjiplakan )
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya .
Jakarta ,……………………..
Materai Rp. 6000,00
Tanda tangan
( YANDRI MAULANA )
NIM : 43109110056
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
Nama : Yandri Maulana
NIM : 43109110056
Program Studi : Manajemen
Judul Skripsi : Analisis Perilaku Konsumen Serta Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Tanggal Lulus Ujian : ………………………………………….
Disahkan oleh :
Pembimbing Skripsi
(…………………………………)
Dekan Ketua Program Studi Manajemen –SI
(……………………………..) (…………………………………………….)
LEMBAR PENGESAHAN DEWAN PENGUJI
Skripsi
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN SERTA FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PRODUK CREPE
Dipersiapkan dan Disusun oleh :
YANDRI MAULANA
43109110-056
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 14 November 2012
Susunan Dewan Penguji
Ketua Penguji /Pembimbing Skripsi
…………………………………..
Anggota Dewan Penguji
…………………………..
Anggota Dewan Penguji
……………………………
KATA PENGATAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas karunia dan berkat yang telah diberikan kepada penulis ,sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan .
Pada kesempatan ini penullis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penulisan penelitian ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung .
Terima kasih penulis ucapkan kepada :
1. Bapak Dr,Ir. Aries Subyanto Nugroho ,MM, selaku Rektor Universitas Mercubuana .
2. Bapak Eny Arianto ,SE,M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercubuana .
3. Bapak H.Arief Wibowo Prayoga Kasmo ,SE,MM selaku Ketuaa Program Studi Manajemen Universitas Mercu Buana .
4. Ibu Hesti Maheswari,SE,M ,Si sebagai pembimbing dalam penyususnan tugas akhir ini.
5. Orang tua dan kakak-kakak saya yang telah mendukung dan selalu memotivasi penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
6. Manager,Supervisor dan Karyawan D’CREPES dan CREPES PANGRANGO perusahaan tempat penulis mengumpulkan data yang diperlukan.
7. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana ,yang telah sabar memberikan banyak ilmu pengetahuan selama masa studi kepada penulis .
8. Rekan-rekan dan sahabat yang tidak bisa disebutkan satu persatu selalu memberikan dukungannya
Akhir kata penulis berharap agar penelitian ini dapat bermanfaat dan dapat berguna bagi yang membacanya serta dapat bermanfaat ,walaupun masih banyak kekurangan didalam penulisan tugas akhir ini .
Jakarta ,Maret 2013
Penulisll
DAFTAR ISi
HALAMAN SAMPUL …………………………………………………………… 1
HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………..2
HALAMAN PERNYATAAN KARYA SENDIRI…………………………………3
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI ………………………….4
HALAMAN PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ………………………………..5
KATA PENGANTAR …………………………………………………….…….....vi
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………vii
DAFTAR TABEL………………………………………………...…………….....viii
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………….ix
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………………..x
ABSTRAK …………………………………………………………………………..xi
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang Masalah ………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………
1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………………..
1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………………………
BAB II LANDASAN TEORI ……………………………………………………….
2.1 Pengertian Manajemen Pemasaran ………………………………
2.1 1 Bauran Pemasaran ……………………………………………
2.1.2 Konsep Pemasaran……………………………………………
2.2 Produk ………………………………………………………………
2.2.1 Pengertian Produk …………………………………………………
2.2.2. Definisi Crepes……………………………………………………
2.2.3. Langkah-langkah Strategi Produk ……………………………….
BAB III. METODE PENELITIAN ………………………………………………….
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian …………………………………
3.2 Jenis dan Sumber Data …………………………………………
3.3. Metode dan Penarikan Sampel ……………………………….
3.4. Metode Analisis Data ……………………………………….
3.4.1 Analisis Deskriptif…………………………………..
3.4.2. Importance Performance Analysis………………..
3.4.3. Analisis Diskriminan ……………………………..
3.5. Hipotesis ………………………………………......................
3.6. Definisi Operasional …………………………………………..
BAB IV. ANALISIS HASIL PENELITIAN ……………………………………………………………………..
4.1. Karakteristik Responden ……………………………………….
4.1.1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ……………….
4.1.2 Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir
4.1.3. Responden Berdasarkan Alasan Membeli Crepe
4.1.4 Responden Berdasarkan Merek yang Konsumen Ketahui
4.1.5. Responden Berdasarkan Pengeluaran keluarga /bulan ..
4.I.6. Responden Berdasarkan profesi
4.1.7. Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Makanan Crepe
4.1.8. Responden Berdasarkan Usia
BAB V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ……………………………
5.1 Gambaran Umum D’Crepes…………………………..
5.2 Gambaran Umum Crepes C.o………………………..
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………….
61. Kesimpulan …………………………………………………….
62. Saran ……………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………….
LAMPIRAN……………………………………………………………………………
Lampiran 1 : Analisis Regresi ……………………………………………….
Lampiran 2 : Kuesioner Penelitian …………………………………………..
Lampiran 3: Analisis Reliabilitas ……………………………………………
DAFTAR TABEL
Nomor Teks Halaman
1. Perentase Pengeluaran Rata-rata per Bulan Tahun 2002-2004…………
2. Perkembangan Penerimaan Penjualan D’crepes ………………………….
3. Nilai Bobot dari Jawaban Responden ……………………………………
4. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin …………………………
5. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir ………….
6. Responden Berdasarkan Alasan Membeli Crepe………………………
7. Responden Berdasarkan Merek yang Konsumen Ketahui ……………………
8. Responden Berdasarkan Pengeluaran Keluarga per Bulan ……….
9. Responden Berdasarkan profesi …………
10. Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Makanan Crepe……
11. Responden Berdasarkan Usia ………………..
DAFTAR GAMBAR
1. Proses Pengenalan Kebutuhan Berpusat Pada Tingkat Ketidaksesuaian …
2. Proses pencarian Internal
3. Komponen dasar Proses Evaluasi Alternatif …………
4. Tahap-tahap antara Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian ….
5. Kerangka Pemikiran Operasional……
6. Diagram Kartesius Tingkat Kinerja Kepentingan …
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Teks Halaman
1. Kuesioner Penelitian
2. Output Karakteristik Responden D’Crepes dan Crepes C.o……..
3. Proses Keputusan Pembelian D’Crepes dan Crepes C.o……..
4. Output Data Diskriminan D’Crepes dan Crepes C.o ……….
ABSTRAKSI
Analisis Perilaku Konsumen Serta Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Produk Crepe (Kasus D’Crepes dan Crepes C.o Pangrango Plaza –Bogor ) .Dibawah bimbingan Hesti Maheswari .
Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang lebih konsumtif terhadap sesuatu hal yang baru dan juga pergesaran pola konsumsi makanan tradisional ke jenis makanan modern ,menjadikan keanekaragaman produk makanan yang tersedia di pasar juga semakin tinggi terutama untuk jenis makanan olahan modern .
Crepe adalah kue tipis yang dapat diisi oleh apapun didalamnya ,lalu disajikan dalam bentuk lipatan –lipatan yang berbentuk seperti kipas .saat ini crepe telah menjadi salah satu makanan selingan pilihan bagi masyarakat perkotaan karena mudah dijumpai di pusat-pusat perbenjaan ,selain itu rasa enak dan juga relatif terjangkau merupakan salah satu faktor yang membuat crepe semakin di gemari .Industri Crepe sebagai salah satu jenis usaha kecil menengah selain menyediakan lapangan kerja baru .
D’Crepes merupakan merek dagang produk crepe dari PT. Jaddi Pastrisindo Gemilang dan menjadi pelopor produk Crepe di Indonesia ,Produk Crepes tersedia di pasar Indonesia ( Jakarta ) sejak tahun 1995 .Didalam perkembangan usahanya D’Crepes Pangrango –Bogor mengalami kesulitan adanya persaingan antara perusahaan yang menghasilkan produk sejenis yaitu Crepes Co. yang memiliki outlet yang strategis di bandingkan D’Crepes ,sebagai pelopor untuk produk Crepes membuat D’Crepes sedapat mungkin mengetahui karakteristik dari konsumennya yang ada di kota Bogor sehingga perusahaan dapat merancang strategi pemasaran yang sesuai ,demikian halnya dengan D’Crepes Co .yang menganggap D’Crepes sebagai Pesaing utamanya .
Penelitian ini dilakukan di outlet D’Crepes dan Crepes Co.Pangrango Plaza –Bogor ,dengan tujuan : (1). Mengidentifikasi karakteristik konsumen dan proses keputusn pembelian produk D’Crepes dan Crepes Co. ; (2). Membandingkan evaluasi konsumen terhadap atribut produk D’Crepes dan Crepes Co. ; (3) Menganalisis faktor0faktor yang mempengaruhi pemilihan produk .jumlah responden pada penelitian ditentukan sebanyak 120 orang ,dengan pembagian 60 orang untuk D’Crepes dan 60 orang untuk Crepes Co. .Teknik penarikan atau pengambilan sampel berdasarkan responden yang bersedia di wawancarai pada saat pembelian Crepes . Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif .Analisis tingkat kepentingan –kinerja dan analisis Diskriminan .
Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden dari D’Crepes dan Crepes Co. mayoritas didominasi oleh jenis kelamin wanita ,berusia 18-27 tahun ,dengan pendidikan terakhir SLTA ,berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa ,tingkat pengeluaran keluarga per bulan Rp. 500.000 sampai 2.000.000 ,-kemudian dari total 120 responden ,mayoritas responden mengetahui merek D’Crepes .
Pada tahap proses keputusan pembelian konsumen D’Crepes dan Crepes Co. Memiliki kecenderungan yang hampir sama .Perbedaan terletak pada faktor alasan membeli D’Crepes karena enak ,sedangkan pada Crepes Co. lebih karena sekedar ingin mencoba .Informasi mengenai produk diperoleh responden D’Crepes mayoritas dari teman ,dan responden Crepes Co .menyatakan hari kerja .
Dari hasil Importance –Perfomance Analysis dapat diperoleh empat kuadran kartesius yang menggambarkan kinerja masing-masing atribut yang menjadi prioritas utama perusahaan yaitu atribut halal ,sedangkan pada Crepes Co, yaitu atribut kecepatan pelayanan , penetapan harga ,produk baru /inovasi ,ddan halal .Sebagian D’Crepes dan Crepes Co. berada dalam kudran II .
Berdasarkan hasil analisis diskriminan diperoleh tiga variabel yang menjadi pembeda antara konsumen D’Crepes dan Crepes Co. dalam hal faktor –faktor yang mempengaruhi pemilihan produ Crepe yaitu kerenyahan ,lokasi Outlet ,dan ketersediaan fasilitas untuk makan di tempat .
Bagi kedua perusahaan sebaiknya memperhatikan masalah label halal pada produk crepes yang dihasilkannya ,dengan mencantumkan label halal yang telah di daftarkan ke dirjen POM serta MUI .Pada Crepes Co. selain atribut halal yang menjadi prioritas utama untuk perbaikan kinerja yaitu kecepatan pelayanan dengan pengaturan manajeman karyawan yang baik serta kesiapan alat-alat pada proses pembuatan yang harus selalu diperhatikan ,penataan ruangan dengan memanfaatkan jasa design interior ,produk baru atau inovasi dapat dilakukan dengan cara mengadakan paket-paket promosi atau pilihan rasa baru yang diciptakan orisinil oleh Crepes Co.
Perbaikan kinerja yang dilakukan kedua penulisan tersebut diharapkan mampu membuat mereka semakin dapat bersaing dalam pasar produk Crepes perhatikan perusahaan terhadap variabel kerenyahan ,lokasi outlet ,dan ketersediaan untuk makan di tempat dapat mengubah persepsi konsumen kearah yang lebih positif ,sehingga pada akhirnya tujuan dari masing-masing perusahaan dapat tercapai.
Kata Kunci : Perilaku Konsumen , Faktor –faktor yang mempengaruhi pemilihan produk Crepe ,Penjualan ,Analysis Importance –perfomance .
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 . Latar Belakang
Indonesia dengan jumlah penduduk 217,9 juta jiwa dan tingkat pertumbuhan pertahun mencapai 1,43 persen ( Badan Pusat Statistik,2005) merupakan pasar yang potensial bagi para pelaku bisnis untuk membuka usaha khususnya di bidang pangan .Dengan rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia yang lebih dari 50 persen ( Tabel 1) dialokasikan untuk produk makanan setiap bulannya ,semakin memperkuat indikasi bahwa bisnis di bidang makanan akan berkembang dengan pesat .
Tabel 1. Persentase Pengeluaran Rata-rata per Bulan Tahun 2003-2004
| Kelompok Komoditas | Pengeluaran per Bulan ( % ) | ||
| 2002 | 2003 | 2004 | |
| Makanan | 58,47 | 56,89 | 54,59 |
| Bukan Makanan | 41,53 | 43,11 | 45,41 |
Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang konsumtif terhadap sesuatu hal yang baru dan juga pergeseran pola konsumsi makanan tradisional ke jenis makanan modern ,menjadikan keanekaragaman produk makanan yang tersedia di pasaran juga tersedia semakin tinggi terutama untuk jenis makanan olahan modern .Selain itu ,kebutuhan akan jenis pamgan yang sehat dan memiliki nilai gizi yang tinggi merupakan pilihan utama masyarakat saat ini . Hal tersebut mengakibatkan konsumen terhadapkan berbagai pilihan produk makanan dan menarik minat konsumen untuk mencoba jenis pangan baru yang tentunya sehat dan bergizi tinggi .Crepes merupakan salah satu makanan selingan siap saji yang berasal dari Perancis dan bagian dari produk agribisnis olahan yang berasal dari tepung terigu .Sebagaimana kita ketahui bahwa tepung terigu memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti karbohidrat ,protein, dan mineral di tambah dengan isi yang terdapat didalam Crepe seperti sayuran ,buah , dan daging juga memiliki kandungan gizi dan vitamin yang tinggi .Dewasa ini ,Crepes menjadi salah satu makanan selingan pilihan bagi masyarakat perkotaan karena mudah di jumpai di pusat-pusat pembelanjaan , selain itu rasa yang enak dan harga yang terjangkau merupakan salah satu faktor yang membuat Crepe semakin di gemari .
Konsumen produk Crepe di dominasi dari kalangan remaja ,karena kalangan ini cenderung mengikuti perkembangan trend terbaru .Hal tersebut termasuk pemilihan makanan dan minuman yang mereka yakini dapat mendorong peningkatan citra diri serta memiliki kecenderungan untuk mengikuti apa yang di lakukan untuk idolanya .Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PT.Unilever Indonesia Tbk. dalam surya (2006) diketahui untuk menjadi pilihan remaja . Suatu produk harus bisa meningkatkan citra diri di kalangan remaja atau pemakaiannya terlihat menarik . Persepsi remaja tentang produk atau merek tersebut juga berlaku bagi produk makanan dana minuman yang mencakup kriteria bentuk atau kemasan yang menarik ,merek produk yang mudah diingat , sedikit keberat-beratan ,memiliki rasa yang enak ,mempunyai keunikan tersendiri , iklan yang menarik , atau bisa juga karena produk tersebut menjadi perbincangan orang .Saat ini banyak produsen yang mengembangkan produk Crepe di tandai dengan di bukanya outlet-outlet di setiap pusat pembelanjaan ,hal tersebut memicu terjadinya persaingan antar perusahaan untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih tinggi .Berdasarkan survei yang telah dilakukan penulis sebelumnya ,terdapat beberapa merek crepe di pasaran yaitu : D’Crepes, Crepes Co,Yogen Crepes,LA Crepes ,My Crepes, Crepes de Crepes, dan Mana Crepes. Dengan semakin meningkatnya produsen baru yang mengembangkan makanan jenis crepes memberikan dampak positif terhadap tersedianya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia danBogor pada khususnya .Industri Crepe sebagai salah satu jenis usaha kecil menengah juga secara langsung memberikan kontribusi kepada para pelaku agribisnis ,dikarenakan adanya permintaan terhadap bahan baku untuk isi Crepe yaitu sayur –sayuran,buah-buahan ,daging dan lain-lain .
1.2. Perumusan Masalah
D’Crepes merupakan merek dagang produk Crepes dari PT. Jaddi Pastrisindo Gemilang dan menjadi produk Crepe pertama di Indonesia .Produk D’Crepes tersedia di pasar Indonesia (Jakarta ) sejak tahun tahun 1995 dengan diversifikasi produk yang sangat terbatas .Untuk memperluas pangsa pasar D’Crepes maka di buka outlet baru di Ekalokasari Plaza dan Pangrango Plaza Bogor pada tahun 2005 .Pada tahun tersebut terdapat empat jenis merek Crepes yang berada di Pangrango Plaza yaitu Yogen Crepes ,My Crepes, Crepes Co. dan D’Crepes .Kesuksesan D’Crepes dengan menguasai pangsa pasar produk Crepes mendorong kemunculan produsen lain untuk mengembangkan makanan jenis Crepes ,namun pada akhirnya hanya D’Crepes dan Crepes Co, yang dapat bertahan di pusat pembelanjaan tersebut ,Diversifikasi produk Crepes yang dihasilkan oleh D’Crepes dan Crepes Co ,terbagi menjadi tiga yaitu Hot Crepes ,Spesial Hot Crepes,dan Cold Crepes .
Dalam perkembangan usahanya D’Crepes Pangrango Plaza Bogor mengalami kesulitan akibat persaingan antara perusahaan yang menghasilkan produk sejenis yaitu Crepes Co .yang memiliki lokasi outlet yang sangat strategis di bandingkan D’Crepes ,menurut keterangan yang diberikan kepada pihak D’Crepes saat ini telah terjadi penurunan Penerimaan penjualan D’Crepes outlet Pangrango .
| Bulan | Penerimaan Penjualan Per Bulan (Rp) | Perubahan Penerimaan Penjualan (%) |
| Mei | 31.721.939 | - |
| Juni | 29.291.799 | (7,66) |
| Juli | 24.483.189 | (16,42) |
| Agustus | 22.567.769 | (7,82) |
| September | 26.452.984 | 17,22 |
Tabel 2. Perkembangan Penerimaan Penjualan D’Crepes Bulan Mei –September 2006.
Ket : ( ) =Penurunan
Sumber : Leader Staff D’Crepes
Sebagai pelopor untuk produk Crepe membuat D’Crepes sedapat mungkin mengetahui karakteristik dari konsumen yang ada di kota Bogor sehingga Perusahaann bisa merancang straegi pemasaran yang sesuai , demikian halnya dengan Crepes C.o .yaang menganggap D’Crepes sebagai pesaing utamanya . Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap harapan serta kinerja perusahaan , maka hal yang perlu di lakukan adalah mengetahui bagaimana preferensi konsumen terhadap produk dan pelayanan perusahaan .Dengan demikian ,perusahaan mampu bersaing di dalam pasar yang khususnya untuk produk makanan Crepe .
Perbedaan yang sangat kecil dari ciri produk D’Crepes dan merek lain ( Crepes,Co.) membuat konsumen dihadapkan terhadap alternatif pilihan yang tinggi dan didukung oleh faktor-faktor seperti pemilihan lokasi outlet ,harga atau rasa yang dapat mempengaruhi keputudan pembelian seorang konsumen .Oleh karena itu ,untuk mencapai keberhasilan dalam pasar maka perusahaan perlu melihat lebih jauh faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan merek Crepe yang akan di beli oleh konsumen .
Berdasarkan uraian di atas ,maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu :
1. Bagaimana karakteristik konsumen dan proses keputusan pembelian produk D’Crepes dan Crepes Co. ?
2. Bagaimana evaluasi konsumen terhadap atribut produk D’Crepes dan Crepes Co. ?
3. Bagaimana Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan produk Crepe ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan Perumusan masalah di atas , maka penelitian ini bertujuan :
1. Mengidentifikasi karakteristik konsumen dan konsumen dan proses keputusan pembelian produk D’Crepes dan Crepes Co.
2. Membandingkan evaluasi konsumen terhadap atribut produk D’Crepes dan Crepes Co.
3. Menganalisis faktor –faktor yang mempengaruhi pemilihan produk Crepe
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat :
1. Bagi Perusahaan ,penelitian ini dirapkan akan memberikan formulasi strategi pemasaran dan informasi perilaku konsumen
2. Bagi pembaca, diharapkan menjadi sumber Informasi serta bahan studi literatur dan perbandingan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang industri yang sama ,
3. Bagi Penulis ,penelitian ini berguna untuk melatih kemampuan dalam mengevaluasi masalah serta menambah wawasan dan pengetahuan tantang perilaku konsumen .
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 . Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran menurut Kotler dan Armstrong (2001 : 18) dalam buku prinsip-prinsip pemasaran jilid 1 edisi delapan adalah sebagai berikut :
Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis ,perencanaan ,implementasi ,dan pengendalian dari program –program yang dirancang untuk menciptakan ,membangun dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dangan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan .
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pelaksanaan manajemen pemasaran ,Setiap orang dan setiap bagian dalam pemasaran turut berkecimpung untuk memberikan kepuasan kepada konsumen ,sehingga tujuan perusahaan dapat direalisasikan .
Manajemen pemasaran menurut Boyd ,Welker ,dan Larreche ( 2000:18) dalam buku manajemen pemasaran ,suatu pendekatan strategis dengan orientasi global jilid 1 edisi dua adalah sebagai berikut :
Manajemen pemasaran adalah proses menganalisis ,merencanakan dan mengkoordinasikan , dan mengendalikan program-program yang mencakup pengkonsepan ,penetapan harga ,promosi dan distribusi dari produk ,jasa dan gagasan yang dirancang untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan .
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen pemasaran terjadi manakala seorang atau lebih terlibat dalam transaksi pertukaran atau hubungan yang ada dalam perencanaan ,pengkoordinasian ,penerapan dan pengendalian kegiatan –kegiatan penting untuk mendukung pertukaran .
2.1.1 Bauran Pemasaran
Empat variabel yang meliputi bauran pemasaran antara lain : produk , harga ,tempat dan promosi .Empat variabel tersebut mempengaruhi konsumen dan saling berhubungan dan membentuk sebuah paket utuh yang akan menentukan derajat keseuksesan program pemasaran yang akan di jalankan .Bauran Pemasaran ( Marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk terus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran .
Berikut penjelasan singkat dari keempat variabel bauran pemasaran :
1. Produk : Sebuah produk yang dirancang dan di buat untuk memenuhi keinginan konsumennya .Strategi produk meliputi sejumlah keputusan tentang kegunaan ,kualitas, fitur, merek dagang (brand) ,kemasan ,garansi ,desain dan variant produk ( macam-macam produk ) .
2. Harga : Penentu harga mencakup beberapa kebijakan manajemen mengenai diskon, harga ,kredit, periode pembayaran, dan sebagainya. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan profit penjualan .
3. Distribusi : Jalur distribusi memiliki arti penting karena keputusan tentang jalur distribusi yang diambilkan melibatkan perusahaan dalam satu ikatan yang panjang . Jalur distribusi dapat dibedakan antara distribusi langsung dengan distribusi tidak langsung .
4. Promosi : Promosi adalah untuk menginformasikan dan membujuk konsumen target market untuk mengkonsumsi produk barang atau jasa yang ditawarkan .
2.1.2 Konsep Pemasaran
Konsep Pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen .Seluruh kegiatan dalam perusahaan menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut .( Philip kotler ,2005:2) .Segmenting ,targeting , positioning , kebutuhan ,keinginan , permintaan ,penawaran , brand , nilai .Dan kepuasan ,pertukaran transaksi ,hubungan dan jejaring ,jalur pemasaran ,rantai distribusi ,persaingan ,lingkungan pemasaran ,serta program sasaran . “
2.2. Produk
2.2.1 Pengertian Produk
Definisi produk menurut Philip Kotler (2002:448) dalam bukunya manajemen pemasaran edisi milenium dua adalah sebagai berikut :
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kesuatu pasar untuk diperhatikan ,dimiliki ,dipakai atau di konsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan .
Dari pendapat diatas ,penulis dapat simpulkan bahwa untuk mendapatkan sebuah produk yang baik ,memerlukan ketelitian dan kesebaran dalam memilih dimana akan memberikan kepuasan tersendiri terhadap pemiliknya ( konsumen ).
Pengertian produk menurut Rambat Lupiyoadi (2001: 58) adalah sebagai berikut :“ produk adalah merrupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai manfaat kepada konsumen .” Dari definisi diatas ,penulis menyimpulkan bahwa yang perlu diperhatikan dalam produk adalah konsumen tidak hanya membeli fisik dari produk itu saja tetapi membeli benefit dan value dari produ k itu saja tetapi membeli benefit dan value dari produk tersebut .
Definisi produk menurut Kotler dan Armstrong ( 2001: 346) dalam buku prinsip-prinsip pemasaran jilid 1 edisi delapan adalah sebagai berikut :
Produk adalah sebagai segala sesuatuu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian , dibeli , digunakan atau di konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan .
Dari pendapat diatas penulis menyimpukan bahwa produk itu meliputi lebih dari sekedar barang berwujud yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen .
produk memiliki tiga tingkatan secara umum, tingkatan tersebut adalah :
1. Produk inti ( core product )
Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa .Jadi ,dalam merancang produk,pemasar mula-mula harus mendefinisikan manfaat inti yang akan disediakan produk ke konsumen .
2. Produk aktual ( actual product)
Produk aktual mempunyai lima karakteristik ,yaitu : tingkat kualitas ,fitur , rancangan,nama merek dan kemasan .
3. Produk tambahan
Produk tambahan terdapat pada sekitar produk inti dan produk aktual dengan menawarkan produk dan manfaat bagi konsumen .
4. Klsifikasi produk
a) Produk berdasarkam durability dan tangibility
· Non Durable Good : barang yang berwujud dan habis dalam satu hari atau beberapa kali pemakaian ,seperti : sabun ,gula, shampo.
· Durable Good : barang berwujud tidak habis dikonsumsi dan mempunyai umur yang relatif lama dalam pemakaian ,seperti : mobil,motor ,pakaian dan komputer .
· Service : Segala aktifitas ,keuntungan ,kepuasan yang tidak kasat mata yang ditawarkan untuk dijual , seperti : dokter ,bengkel , dan salon .
b) Berdasarkan type of buyers
· Consumer Good : Yaitu produk yang di beli konsumen dan digunakan untuk keperluan pribadi ,dengan kata lain produk yang dibeli konsumen akhir konsumsi .Consumer goods dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumer buying pattern ,yaitu :
· Convinience goods
Produk yang biasanya sering di beli konsumen ,segera dan dengan usaha minuman ,seperti : produk tembakau ,sabun mandi dan koran .
· Shopping goods
Produk yang dibeli melalui proses seleksei dengan membandingkan karakeristik produk tersebut berdasarkan faktor kenyamanan ,kualitas ,harga , model dan merek .
· Speciality goods
Produk dengan karakteristik unik atau identifikasi merek yand untuknya ada sekelompok pembeli yang cukup besar ,bersedia senantiasa melakukan usaha khusus untuk membelinya .Seperti: merek dan barang mewah tertentu ,mobil ,komponen system ,peralatan fotografi .
· Unsough goods
Produk yang tidak diketahui konsumen namun secara normal konsumen tidak berfikir untuk membelinya ,Seperti : peti mati , batu nisan .
· Industrial Good : Yaitu merupakan produk yang dibeli oleh perorangan atau organisasi dengan tujuan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang lain atau untuk melakukan usaha bisnis .Industrial goods dapat diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan enter into the production process or their relative costness.
· Material and parts
Biasanya produk ini digunakan untuk proses manufaktur ,produk ini dapat dibedakan menjadi raw materials dan manufactured materials and parts.
· Capital items
Produk tahan lama yang digunakan perushaan dalam mendukung , mengembangkan dan mengelolah barang jadi .
· Supplies and Service
Merupakan barang jadi tahan lama yang digunakan dalam perusahaan dengan pelayanan yang mendukung pembuatan barang jadi .Supplies dapat dibedakan menjadi dua yaitu : operating supplies dan maintenance and repair service and business service .
2.2.2 Definisi Crepe
Crepe adalah kue tipis yang dapat diisi oleh apapun didalamnya ,lalu disajikan dalam bentuk lipatan-lipatan yang berbentuk seperti kipas .Crepe biasanya terdiri atas campuran dasar : tepung terigu ,telur ,susu ,mentega ,dan garam .Terdapat dua jenis crepe yaitu crepe manis yang terbuat dari tepung,terigu ,telur , susu,gula dan sementara crepe asin atau dikenal dengan gallete terdiri atas campuran dasar : tepung terigu ,buchweat ( sejenis gandum ) ,telur dan susu .Crepe yang manis biasanya disajikan untuk makanan penutup ,sedangkan gallete disajikan sebagai makanan pembuka .
Sejarah Crepe berawal dari kisah perempuan yang memasak sepanci bubur ,lalu kemudian sebagian buburnya tertumpah diatas batu didalam tungku ,ternyata tumpahan bubur itu matang lebih cepat dan memiliki rasa yang lezat .Sebagian orang percaya ketidaksengajaan itu merupakan dari sejarah Crepe ribuan tahun silam .Selama lebih dari 9000 tahun orang menyantap Crepe dalam beragam bentuk dan rasa .
Sebuah teks dari Celtic ,Irlandia menunjukan bahwa kebiasaan menyantap Crepe dilakukan pada acara “Mardi gras” pada abad ke-18 Universal Dictionary menggambarkan Crepe sebagai salah satu jenis pembuatan pastry ,yang dikenal di kawasan Celtic .
Sejarah lain menunjukan bahwa resep Crepe pertama ditemukan di Perancis pada tahun 1390 dalam buku Manger de Paris ( makanan yang berasal dari Paris ) . Penulis buku ini tersebut menjelaskan cara membuat Crepe dengan tepung terigu ,telur ,air,garam ,dan anggur .Crepe ini dimasak pada campuran lemak ,mentega dan ditaburi gula bubuk sebelum dihidangkan .
Crepe tradisional yang lembut ,tipis,dan sangat terkenal berasal dari Brittany ,suatu kawasan di bagian barat Perancis .Crepe diknikmati setiap waktu ,baik untuk sarapan ,makan siang,makan malam ,ataupun sebagai makan ringan .Creperies merupakan restoran khusus yang menyajikan Crepe sebagai menu utamanya .Restoran ini mulai pada abad ke-20 di seluruh Perancis . sering dengan meningkatnya Aspek pariwisata ,membuat Crepe menjadi sangat popular di seluruh Perancis dan telah menjadi salah satu simbol dunia makanan Perancis .
2.2.3 Langkah –langkah Strategi Produk
Strategi produk mengentengahkan cara sebuah Perusahaan memperolah pendapatan dengan ditunjang beberapa strategi yang lainnya ,diantaranya penentuan harga dari produk itu sendiri .Berikut ini beberapa langkah strategi produk ,yaitu :
1. Latar belakang
Bentuk suatu Produk didefinisikan luas dengan mencakup barang fisik dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen .Perusahaan harus terus meningkatkan produk-produk yang ada dan mengembangkan produk baru untuk memuaskan konsumen .
2. Mengidentifikasi target pasar
Secara umum konsumen yang membeli produk tertentu akan mendapatkan karakter khusus ,yang menyebabkan kebutuhan mereka yang sama .Faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran target pasar ,diantaranya :
· Demografi
· Geografi
· Faktor –faktor ekonomi
· Nilai-nilai sosial
3. Menciptakan produk baru
Berikut ini tahap-tahap penting dalam menciptakan produk baru diantaranya :
A) Mengembangkan ide produk yaitu dengan menentukan apa yang dibutuhkan oleh konsumen .
B) Menilai ide kelayakan produk yaitu : dengan menentukan antara keuntungan dan biaya yang dikeluarkan .
C) Merancang dan menguji produk ,yaitu menentukan antara konsumen yang membeli dengan produk yang dibeli .
D) Mendistribusikan dan memproduksi produk ,yaitu dengan membuat konsumen dalam target pasar mengetahui keberadaan produk .
E) Pengawasan paska produksi ,yaitu dengan menentukan antara kebutuhan produk yang akan diperbaharui .
4. Diferensiasi Produk
Diferensiasi Produk adalah upaya dari sebuah perusahaan untuk membedakan produknya dari sebuah Perusahaan untuk membedakan produknya dari produk pesaing dalam suatu sifat yang membuatnya lebih diinginkan .Semua perusahaan mencari beberapa jenis keunggulan kompetitif yang dapat membedakan produk mereka dengan produk yang lainnya .
Berikut ini beberapa yang umum digunakan untuk membedakan suatu produk diantaranya :
a) Rancangan unik
b) Kemasan unik
c) Merek unik
5. Siklus kehidupan produk
Hampir semua produk mengalami siklus kehidupam produk atau rangkaian fase tertentu sepanjang kehidupannya .
“ Siklus hidup produk adalah perjalanan penjualan dan laba sebuah produk sepanjang hidupnya .Kotler dan Armstrong ( 2003: 408) “ Siklus kehidupan produk biasanya memiliki tiga fase khusus yaitu :
a) Fase pengenalan : yaitu periode pertumbuhan penjualan lambat sewaktu produk baru tersebut diperkenalkan dipasar ,pada tahap ini besarnya pengeluaran untuk memperkenalkan produk .
b) Fase pertumbuhan : periode dimana penerimaan oleh pasar yang cepat dan laba meningkat pesat.
c) Fase kedewasaan : periode pertumbuhan penjualan menurun karena produk tersebut telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensial .Laba akan tetap menurun karena meningkatnya pengeluaran utntuk pemasaran guna mempertahankan produk dari para pesaing .
6. Strategi penentuan harga
Harga yang ditentukan untuk sebuah produk akan mempengaruhi pendapatan perusahaan dan pada akhirnya keuntungannya .Meskipun harga yang lebih rendah mempengaruhi pendapatan .Perunit yang di terima ,biasanya akan menghasilkan kuantitas penjualan yang lebih tinggi begitu pula sebaliknya .
Perusahaan mempertimbangkan harga produk mereka dengan pertimbangan sebagai berikut :
a) Biaya Produksi
b) Supply perusahaan
c) Harga persaingan
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey terhadap konsumen D’Crepes dan Crepes Co. Penelitian ini dilakukan di Outler D’Crepes dan Crepes Co. di Pangrango Plaza –Bogor Pemelihan lokasi dilakukan secara sengaja ( Purposive) didasarkan atas ketersediaan outlet D’Crepes dan Crepes Co di pusat perbelanjaan tersebut.
3.2 Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis data baik data primer maupun data skunder .Data primer dilakukan melalui wawancara dengan pihak manajemen perusahaan .Selain itu data primer juga diperoleh dengan pemberian kuesioner kepada responden yang mengkonsumsi D’Crepes untuk memperoleh data mengenai karakteristik responden ,proses keputusan pembelian ,tingkat kepuasan konsumen ,dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan produk Crepe.
Data skunder diperoleh melalui studi literatur yang berhubungan dengan topik penelitian, badan instansi pemerintah yaitu Badan Pusat Statistik ,internet ,PT.Jaddi Pastrisindo Gemilang selaku produsen produk Crepe dengan merek dagang D’Crepes serta pihak dari Crepe Co.
3.3 Metode Penarikan Sampel
Jumlah responden dalam penelitian ditentuksn sebanyak 120 orang . Dengan pembagian 60 orang D’Crepes dan 60 Crepes Co .Dalam statistika disebutkan bahwa jum.4.lah data melibihi 30 data dianggap sudah terdistribusi secara normal ( Kuswadi dan Mutiara dalam Khaerani ,2005) .
Teknik penarikan dan pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling ,dimana pengambilan sampel berdasarkan responden yang bersedia diwawancarai pada saat membeli produk Crepe .Teknik ini digunakan karena kerangka contoh (frame) tidak tersedia ,untuk mengatasi kelemahan ini pengambilan sampel dilakukan pada waktu yang bervariasi ,seperti pada siang ,sore , malam hari serta pada hari kerja dan akhir pekan .
3.4 Metode Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini Analisis Preferensi . Analisis Preferensi digunakan untuk dapat mengukur reaksi responden terhadap pertanyaan dan pilihan yang diajukan . Analisis Preferensi menggunakan tiga metode yaitu metode Deskriptik analitik, Importance Perfomance Analysis (IPA) ,dan anlisis diskriminan .Importance –Perfomance Analysis ,digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut produk maupun pelayanan D’Crepes dan Crepes Co. Untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan produk Crepe ditunjukan oleh Stepwise analysis melalui hasil pengelolahan data menggunakan SPSS versi 13
3.4.1 Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia ,suatu object ,suatu set kondisi ,suatu sistem pemikiran ,ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.Metode Deskriptif analitik dirancang untuk membuat deskripsi ,gambaran dan lukisan secara sistematis . faktual dan aktual mengenai fakta-fakta,dan sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki (Nazir ,1998) Teknik pengumpulan data dalam metode deskriptif analitik adalah data dikupulkan dan ditabulasikan dengan formulasi sederhana melalui perhitungan presentase jawaban responden .
3.4.2 Importance Perfomance Analysis
Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengukur sejauh mana atribut-atribut dan tingkat kepentingan dan kepuasan perusahaan mampu menjelaskan tingkat kepentingan kepuasan konsumen .Penilaian pelaksanaan terhadap variabel-variabel dari faktor kinerja ditunjukan dengan tanda huruf X ,sedangkan untuk penilaian faktor kepentingan ditunjukan dengan tanda huruf Y ,adapun langkah-langkah yang ditempuh ,yaitu :
1.Menentukan jumlah skor dari setiap indikator variabel X dan Y ,dengan mengalihkan seluruh frekuensi data dengan bobotnya .Penilaian tersebet dapat dilihat dengan skala penilaian sebagai berikut :
| Option Kinerja (X) | Option Kepentingan (Y) | Skor Jawaban |
| Sangat Baik | Sangat Penting | 5 |
| Baik | Penting | 4 |
| Kurang Baik | Kurang Penting | 2 |
| Tidak Baik | Tidak Penting | 1 |
Tabel 3 : Nilai Bobot Jawaban Responden
Total Penelitian tingkat kepentingan masing-masing atribut diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil perkalian skor masing-masing skala dengan jumlah responden yang memilih pada skala tersebut . Untuk menginterprestasikan hal tersebut ,dibuthkan rentang skala . Adapun rumus yang digunakan untuk mencari Rentang Skala sebagai berikut .( Martilla dan james dalam Martini ,2003) :
(5x60)-(1x60) = 60
4
Pembagian kelas berdasarkan tingkat kepentingan adalah :
a. 60 – 119 tidak penting
b. 120 – 179 kurang penting
c. 280 – 239 penting
d. 240 – 300 sangat penting
Sedangkan pembagian kelas berdasarkan tingkat kinerja adalah
a. 60 – 119 tidak baik
b. 120 – 179 kurang baik
c. 180 – 239 baik
d. 240 – 300 sangat baik
1. Selanjutnya dilakukan pembagian jumlah bobot dengan banyaknya responden ,hasilnya berupa rata-rata bobot skor rata-rata penilain terhadap tingkat kepuasan (X) rata-rata tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut (U)
X = ∑ x1/n U=∑ y1/n
Keterangan :
X : Rata-rata dari rata-rata bobot tingkat pelaksanaan /kepuasan konsumen
U : Rata-rata dari rata-rata bobot tingkat kepentingan konsumen
K : Banyaknya atribut yang dianalisis
Keterangan
Kuadran I. Menunjukan bahwa atribut-atribut yang sangat penting bagi konsumen, akan tetapi pihak konsumen belum melaksanakannya sesuai dengan keinginan konsumen ,sehingga menimbulkan rasa tidak puas .
Kuadran II. ,Menunjukan bahwa atribut-atribut yang dianggap penting oleh konsumen telah dilaksanakan dengan baik dapat memuaskan pelanggan .
Kuadran III. ,Menunjukan bahwa atribut-atribut yang memang dianggap oleh konsumen kurang penting ,dimana sebaiknya perusahaan menjalankan secara tidak berlebihan .
Kuadran IV . Menunjukan bahwa atribut-atribut yang dianggap kurang penting ,tetapi dijalankan sangat baik oleh perusahaan atau sangat memuaskan .
Mengacu kepada kotler (2007) maka atribut-atribut yang akan di lihat adalah sebagai berikut :
1. Kebersihan ,kerapihan, kenyamanan ruangan
2. Kecepatan pelayanan
3. Pelayanan yang ramah dan sopan
4. Kelengkapan, kebersihan pemanpilan dari karyawan yang bertugas
5. Penataan ruangan
6. Musik yang diperdagangkan
7. Produk baru dan inovasi
8. Aroma yang mampu membangkitkan selera
9. Bentuk dan ukuran crepe
10. Harga produk
11. Usaha promosi
12. Kemasan bawa pulang
13. Kemudahan memperoleh produk
14. Penyajian produk
15. Kandungan gizi
16. Kandungan serat
17. Merek
18. Halal
Analisis Diskriminan merupakan analisis data ,jika variabel tak bebas merupakan kategori sedangkan variabel bebas sebagai prediktor merupakan metrik (Santoso ,2001) .Analisis ini pada prinsipnya mengelompokan setiap obyek kedalam dua atau lebih kelompok berdasarkan pada kriteria sejumlah variabel bebas ,dimana jika suatu objek sudah termasuk kedalam kelompok satu maka objek tersebut tidak mungkin menjadi anggota kelompok dua adapun model yang digunakan dalam analisis diskriminan adalah sebagai berikut :
Di=bo+b1Xi1+b2Xi2+b3Xi3 …..+bjXbij+….+bikXik
Keterangan :
Di : nilai (skor ) diskriminan dari responden ke –i
Xij : Variabel ke-j dari responden ke –I
Bj : Koefesien atau timbangan diskriminan dari variabel atau atribut ke-j
Bo : slope model garis regresi
Untuk mengukur kekuatan asosiasi antara skor diskriminan dari kelompok dilakukan uji korelasi kanonikal ( canonical korelation) yang merupakan ukuran antara fungsi diskriminan dan set variabel dummy yang membentuk antara kelompok.
Dalam setiap fungsi Diskriminan ,eigenvalue merupakan rasio sumof square (SS) antara kelompok dengan (SS) dalam kelompok (SSb/SSw) Semakin besar nilai eingevalue yang didapat maka semakin baikk fungsi diskriminan yang dihasilkan .Sedangkan Wilk ‘s Lambda dapat menunjukan apakah fungsi diskriminan ke –i secara nyata dapat digunakan sebagai pembeda antara kelompok ,yang nilainya antara nol dan satu .Nilai yang mendekati atau menunjukan bahwa rata0rata antar kelompok yang tidak berbeda ,sebaliknya jika nilainya mendekati nol menunjukan bahwa rata-rata kelompok sangat berbeda ,artinya fungsi diskriminan tersebut mampu untuk mendiskriminan yaitu untuk menentukan .
Satu kasus (objek ) akan masuk kelompok yang telah ditentukan Ssw atau Wi dapat dirumuskan sebagai berikut
Wi = nt ¾ ¾
å (Xij- X i)(Xij –Xi), dimana W= W1+W2+….+Wi+…Wo
t=1
Sedangkan SSb dirumuskan sebagai berikut
B=T –W,dimana Tc=åå (Xij –X )(Xij –X)
Keterangan :
Wi : Matrik jumlah kuadrat dan jumlah cross product dikoreksi dengan rata-rata untuk grup /kelompok
¾
X i : vektor rata-rata dan jumlah dikoreksi dengan rata-rata untuk group /kelompok ke - i
¾
X : vektor grand mean untuk seluruh n
B : matrik jumlah kuadrat cross products antar kelompok
T : matrik jumlah kuadrat dan jumlah cross products secara menyeluruh untuk seluruh n
Mengacu pada Engel et al, (1994) bahwa terdapat variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian dan variabel tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu faktor pengaruh lingkunan dan perbedaan individu ,sehingga variabel-variabel yang diduga mempengaruhi pemilihan produk crepe pada penelitian ini adlah :
X1 : Lokasi outlet
X2 : Ketersediaan fasilitas untuk makan di tempat
X3 : Pelayanan terbaik
X4 : Kebersihan Tempat
X5 : Kenyaman Tempat
X6 : Antian Harga
X7 : Harga
X8 : Pilihan rasa crepe (Variasi Menu )
X9 : Kerenyah crepe
X10 :Merek terkenal
3.5. Hipotesis
“ DIDUGA ADANYA PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMILIHAN PRODUK CREPE” YANG DIPRODUKSI OLEH D’CREPES DENGAN CREPES CO.PANGRANGO PALZA –BOGOR )”
Prosedutr pengujian hipotesis:
Ho = b= 0 perilaku konsumen tidak berpengaruh terhadap pemilihan produk crepe yang dijual oleh D’crepes dan Pangrango –Bogor .
Ho≠b perilaku onsumen tidak berpengaruh terhadap pemilihan produk crepe yang dijual oleh D’crepes dan Pangrango –Bogor
3.6 Definisi Operasional
Konsep yang digunkan dalam penelitian ini secara operasional didefinisikan sebagai berikut :
1. Crepe adalah kue tipis yang dapat diisi oleh apapun didalamnya lalu disajikan dalam bentuk lipatan-lipatan yang berbentuk seperti kkipas .
2. Konsumen adalah orang yang sedang mengunjungi dan melakukan pembelian di outlet D’crepes dan Crepes C.o Pangrango Plaza Bogor untuk mengkonsumsinya langsung atau dibawa pulang pada saat survey .
3. Perilaku konsumen adalah suatu proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli ,memakai atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa.
4. Kepuasan konsumen adalah penilaian konsumen terhadap apa yang diharapkanya dengan membeli dan mengkonsumsi crepe dengan merek Dcrepes dan Crepes C.o .
5. Responden adalah pengunjung D’crepes dan Crepes C.o yang sedang melakukan pembelian dan bersedia untuk diwawancari dengan panduan kuesioner
6. Atribut adalah sifat yang menjadi ciri khas suatu benda ,keterangan atau kategori bersifat variabel kualitatif .
7. Lokasi outlet ditunjukan oleh tempat penjualan yang strategis dan mudah dijangkau oleh konsumen di Pangrango Plaza –Bogor
8. Ketersediaan untuk makan ditempat ditunjukan oleh ketersediaan tempat duduk pada outlet D’crepes dan Crepes C.o .
9. Harga adalah penetapan harga produk yang ditetapkan oleh perusahaab yang mampu mempengaruhi preferensi konsumen .
10. Pilihan rasa crepes ditunjukan oleh ketersediaannya pilihan menu crepe yang ditawarkan oleh konsumen kepada konsumen
11. Pelayanan yang baik ditunjukan oleh kecepatan pelayanan dan keramahtamahan dari karyawan yang bertugas .
12. Kerenyahan crepe ditunjukan oleh tekstur dari crepe yang renyah
13. Antrian ditunjukan oleh adanya situasi antri pada pemesanan , merupakan faktor yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian .
14. Merek terkenal dapat ditunjukan oleh kualitas pada produk crepes yang dihasilkan .
15. Kebersihan ,kerapihan ,kenyamanan ruangan adalah keadaan outlet yang membuat konsumen lebih nyaman
16. Kecepatan pelayanan ditunjukan oleh kecepatan karyawan dalam melayani konsumen .
17. Pelayanan yang ramah dan sopan ditunjukan oleh sikap karyawan yang mampu melayani konsumen dengan baik, ramah , komunikatif ,sabar ,serta sopan ,baik dari segi penampilan maupun berperilaku .
18. Kelengkapan, kesiapan , kebersihan alat-alat yang dipakai ditunjukan oleh ketersediaan dan kebersihan alat-alat yang digunakan untuk membuat crepe .
19. Musik yang diselenggarakan ditunjukan dengan adanya alunan musik dari pengeras suara sebagai salah satu bentuk usaha untuk memberikan rasa nyaman kepada konsumen
20. Produk Inovasi /baru ditujukan dengan ragam atau variasi dari suatu produk crepe yang dijadikan alat untuk promosi
21. Aroma yang mampu membangkitkan selera di gamabarkan oleh wangi yang tercium oleh produk crepe
22. Bentuk selera dari bentuk crepe yang menarik serta besar /kecilnya ukuran crepe
23. Kemasan bawa pulang ditunjukan dengan kemudahan ,kepraktisan ,serta keindahan kemasan untuk dibawa pulang
24. Kemudahan memperoleh produk ditunjukan oleh ketersediaan produk serta kemudahan konsumen dalam mengetahui lokasi outlet D’crepes dan Crepes
25. Penyajian produk ditunjukan oleh kemudahan konsumen dalam mengkonsumsi makanan crepes serta kebersihan dan kerapihan dalam penyajian crepes
26. Kandungan gizi ditunjukan oleh kadar gizi yang terkadang didalam crepe
27. Kandungan serat ditunjukan oleh kadar serat yang terkandung dalam crepe
28. Halal ditunjukan oleh oleh adanya informasi jaminan atau label halal
BAB IV. ANALISIS HASIL PENELITIAN
4.1. Responden Konsumen
Menurut Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen ,definisi konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat ,baik bagi kepentingan sendiri ,keluarga , orang lain maupun mahkluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan .Konsumen akhir dari suatu produk yang dipasarkan dapat dikelompokan kedalam empat variabel segmentasi utama yaitu segmentasi geografis, demografis , psikografis dan perilaku .
Berdasarkan segmentasi geografis , konsumen akhir dapat dikelompokan kedalam unit –unit geografis yang berbeda seperti wilayah ,provinsi, kota ataupun lingkungan rumah tangga ,Dalam segmentasi demografis ,konsumen dikelompkan berdasarkan perbedaan umur ,jenis kelamin,suku , latar belakang pendidikan dan pekerjaan dan kelas sosial .Secara psikografis ,konsumen akhir dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan gaya hidup dan latar belakang penghasilan. Pengelompokan konsumen berdasarkan segmentasi perilaku (Kotler,2002) .
Menurut Engel et al ,(1994) , bervariasinya proses keputusan konsumen ditentukan oleh faktor pengaruh lingkungan ,perbedaan individu serta proses psikologis, Secara sederhana ,hubungan antara ketiga faktor tersebut dengan proses keputusan konsumen dapat dilihat pada gambar 1 yang menunjukan model pengambilan keputusan konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhinya .
4.1.1 Responden Berdasrkan jenis Kelamin
Pada tabel 4 dapat dilihat bahwa yang menjadi mayoritas dalam mengkonsumsi crepes adalah wanita untuk D’crepes sebesar 65% dan Crepes C.o 60 % .Pada jenis kelamin pria untuk D’crepes sebesar 35 % dan Crepes C.o sebesar 40 % .Hal tersebut dikarenakan wanita cenderung lebih menyukai makanan selingan dibanding pria dan rasa keinginan tahuan yang tinggi terhadap makanan jenis baru .
| Karakteristik Responden | D’crepes | Crepes C.o | ||
| Jumlah Orang | Persentase (%) | Jumlah (orang ) | Perentase (%) | |
| Jenis Kelamin Pria Wanita | 21 39 | 35 65 | 24 36 | 40 60 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 4 Responden Berdasarkan jenis kelamin
4.1.2. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Anak
Berdasrkan hasil kuesioner mayoritas pendidikan terakhir konsumen D’crepes dan Crepes C.o adalah SLTA ,dengan presentase terbesar pada D’crepes sebesar 43,33 persen dan Crepes C.o sebesar 36.67 persen .Hal tersebut menunjukan bahwa tingkat pendidikan seseorang menentukan pola konsumsinya terhadap makanan selingan khususnya crepe .Konsumen yang berpendidikan S2/S3 lebih memilih D’crepes (3,33) didasarkan kepada telah tertanamnya merek crepe D’crepes di benak mereka dan juga kualitas produk D’crepes yang dinilai sangat baik.
| Karakteristik Responden | D’crepes | Crepes C.o | ||
| Jumlah (Orang ) | Presentase (%) | Jumlah (Orang ) | Presentase (%) | |
| Pendidikan Terakhir SD SLTP SLTA Diploma Sarjana S2/S3 | 1 10 26 10 11 2 | 1,67 16,67 43,33 16,67 18,33 3,33 | 5 20 22 4 9 0 | 8,33 33,33 36,67 6,67 15 0 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 5. Responden Berdasarkan Tingkat pendidikan Terakhir
4.1.3. Responden Berdasarkan yang mereka beli
Pada faktor alasan membeli makanan creoe untuk responden D’crepes sebesar 41,67 % dikarenakan faktor rasa yang enak ,kemudian disusul sebesar 31,67 % menyatakan ingin mencoba .Pada responden Crepes C.o Sebesar 70 persen menyatakan ingin mencoba dan 13,33 persen dikarenakan letak outlet Crepes Co. yang strategis. Terdapat perbedaan antara alasan membeli untuk responden D’crepes dan Crepes C.o hal ini lebih didasarkan kepada letak dari suatu oulet dan juga rasa ingin tau dari konsumen yang tinggi terhadap makanan Crepes
| Alasan Membeli | D’crepes | Crepes Co | ||
| Frekuensi (Orang) | Presentase (%) | Frekuensi (orang ) | Presentase (%) | |
| Sedang lapar Ingin mencoba Sekedar Ikut-ikutan Laiinya /Rasa yang Enak | 15 19 1 25 | 25 31,67 1,67 41,67 | 9 42 1 8 | 15 70 1,67 13,33 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 6. Responden Berdasrkan Alasan yang mereka beli
4.1.4 Responden Berdasarkan Merek yang Konsumen Ketahui
Pada penelitian ini dari 60 Responden Crepes C.o .sebesar 76.67 % Responden mnngetahui merek D’crepes sedangkan dari 60 responden D’Crepes hanya 13,33 % responden yang mengetahui produk crepe dengan merek D’Crepe
| Karakteristik Responden | D’Crepes | Crepes C.o | ||
| Jumlah (Orang ) | Presentase (%) | Jumlah (Orang ) | Presentase (%) | |
| Merek yang Konsumen Ketahui D’crepes Yogen Crepes Crepes C.o Crepe de Crepes Ichiban Crepe La Crepe | 60 11 8 1 4 1 | 100 18,33 13,33 1,67 6,67 1,67 | 46 10 60 3 0 0 | 76,67 16,67 100 5 0 0 |
Tabel 7.Merek yang Konsumen ketahui
4.1.5. Responden Berdasarkan Pengeluaran Keluarga per Bulan
Berdasarkan hasil penelitian ,diketahui bahwa yang menjadi konsumen D’Crepes dan Crepes C.o didiominasi oleh konsumen yang memiliki rata-rata pengeluaran keluarga perbulan Rp.500.001 ,- sampai Rp. 2.000.000,- dengan presentase masing-masing sebesar 51,67 % pada D’crepes dan 41,67 % pada Crepes C.o .Tingkat pengeluaran keluarga perbulan sangat mempengaruhi proses keputusan pembelian dan pada konsumsi seorang konsumen .
Pada tingkat pengeluaran keluarga per bulan Rp. 2000.001 ,- sampai Rp. 5.000.000 dan Rp. 5.000.000,- sampai Rp. 10.000.000 ,responden Crepes C.o (40% dan 18,33%) memiliki persentase yang lebih besar dibanding D’Crepes (35% dan 10 % ).Hal ini disebabkan oleh lokasi outlet yang sangat mudah dijangkau sehingga konsumen cenderung bervariatif ,kemudian apabila dihubungkan dengan faktor usia konsumen Crepes C.o. Pada usia 28-50 tahun memilki presentase yang lebih tinggi dibandingkan D’crepes .Responden pada usia tersebut dapat mengetahui dengan pasti beberapa pengeluarannya dalam setiap bulannya ,sebaliknya dengan D’Crpes yang mayoritas remaja sehingga kurang bisa memastikan besar pengeluaran keluarga perbulannya .
| Karakteristik Responden | D’Crepes | CrepesC.o | ||
| Jumlah (Orang ) | Presentase (%) | Jumlah (Orang) | Presentase (%) | |
| Pengeluaran Keluarga /Bulan < 500.000 500.001 – 2.000.000 2.000.001 – 5.000.000 5.000.001 – 10.000.000 | 2 31 31 6 | 3,33 51,67 35 10 | 0 25 34 11 | 0 41,67 40 18,33 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 8. Responden Berdasarkan Pengeluaran Keluarga per Bulan
4.1.6 Responden Berdasarkan Profesi
Karakteristik Responden dapat dilihat dari salah satunya dari profesi serang konsumen .Dominasi responden D’crepes dan Crepes C,o berada pada profesi sebagai pelajar / mahasiswa dengan presentase masing-masing sebesar 65 % untuk D’crepes dan 56,67 % untuk Crepes C.o . kemudian diikuti oleh profesi sebagai pegawai swasta .Hal ini hal ini menunjukan bahwa pelajar/mahasiswa sangat menyukai produk Crepes sebagai makanan selingan .
| Karakteristik Responden | D’Crepes | Crepes C.o | ||
| Jumlah (orang) | Presentase (%) | Jumlah (orang ) | Presentase (%) | |
| Profesi Pelajar/Mahasiswa Tak Bekerja Wiraswasta Pegswai Negeri /ABRI Swasta Lainnya | 39 6 5 1 8 1 | 65 10 8,33 1,67 13,33 1,67 | 34 2 3 1 17 3 | 56,67 3,33 5 1,67 28,33 5 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 9. Responden Berdasarkan Profesi
4.1.7 Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Makanan Crepe
Pengetahuan responden terhadap makanan crepe adalah kue dasar tipis sebesar 46,67% untuk D’crepes dan 55% untuk Crepes C.o .Kemudian pengetahuan responden Crepe sebagai makanan selingan bergizi sebesar 36,67 % pada D’Crepes dan 30 % pada Crepes C.o.
| Pengetahuan Responden | D’Crepes | Crepes C.o | ||
| Frekuensi (Orang ) | Presentase (%) | Frekuensi (orang) | Presentase (%) | |
| Makanan Perancis Kue dadar Tipis Makanan Selingan Bergizi Lainnya | 6 28 22 4 | 10 46,67 36,67 6,67 | 9 33 18 0 | 15 55 30 0 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 10. Responden Berdasarkan Pengetahuan Mengenai Makanan Crepe
4.1.8 Responden Berdasarkan Usia
Konsumen D’crepes dan Crepes C.o didominasi oleh remaja (18-27 tahun ) dengan presentase untuk D’crepes sebesar 73,33 % dan Crepes C.o 48,33 % diikuti oleh usia dibawah 17 tahun .Sangat tepat bagi D’crepes dan Crepes C.o menjadikan usia remaja sebagai target pasar mereka pada usia mereka .Pada usia dewasa (28-50) konsumen crpes C.o .Cenderung lebih tinggi (15%) dibandingkan D’Crepes (6,67%) ,hal ini disebabkan oleh letak outlet yang sangat strategis sehingga banyak terdapat konsumen yang telah berkeluarga dan anak mempunyai peran yang cukup penting dalam memutuskan mengkonsumsi crepe .Pemahaman usia merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena dengan memehami usia konsumennya perusahaan dapat menentukan strategi yang akan diambil .
| Karakteristik Responden | D’crepes | Crepes C.o | ||
| Jumlah (orang ) | Presentasi (%) | Jumlah (orang ) | Presentase (%) | |
| Usia < 17 tahun 18-27 tahun 28-50 tahun | 12 44 4 | 20 73,33 6,67 | 22 29 6,67 | 36,67 48,33 15 |
| Total | 60 | 100 | 60 | 100 |
Tabel 11.Responden Berdasarkan Usia
BAB V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1.. Gambaran Umum D’Crepes
D’Crepes merupakan merek dagang produk Crepe dari PT.Jaddi Pastrisindo Gemilang dan menjadi pelopor produk crepes pertama di Indonesia . Status kepemilikan perusahaan adalah perusahaan perorangan atas nama Sofian Wanandi. Berwal ketidaksengajaan pada saat pemilik sedang melakukan perjalanan ke Perancis ,kemudian melihat crepe yang di negara tersebut sudah sangat terkenal sehingga membuat bapak Sofyan Wanandi merasa tertarik untuk mencoba membawa produk makanan tersebut ke Indonesia . Produk D’Crepes tersedia di pasar Indonesia (Jakarta ) sejak tahun 1995 dengan diversifikasi produk dan jumlah outlet yang masih terbatas .
Saat ini D’crepes memiliki 62 outlet yang tersebar di pulau Jawa ,Sumatera ,Sulawesi dan Bali. Dengan jumlah total pegawai dari PT.Jaddi Pastrisindo Gemilang sebanyak 600 orang .Dalam rangka untuk memperluas pangsa pasar D’crepes didaerah Bogor maka dibuka dua outlet baru yaitu Ekalokasari Plaza dan Pangrango Plaza Bogor pada tahun 2005 .Outlet D’Crepes Pangrango Plaza terletak di lantai dasar .
Jumlah karyawan psda setiap outlet D’crepes antara lima sampai delapan orang .Outlet D’Crepes Pangrango Plaza –Bogor memiliki jumlah karyawan sebanyak lima orang ,yang terdiri dari leader ,Assisten Leader ,Crew In chrage .Pembagian Shift kerja di bagi menjadi dua yaitu shift pagi di mulai dari pukul 09.00-16.00 dan shift siang dimulai dari jam 14.00-21.00.Setiap karyawan setiap karyawan mendapat satu kali hari libur .
Pengadaan bahan baku setiap Outlet dikirim langsung dari pusat di jakarta .Bahan baku yang diperoleh berasal dari lokal maupun impor .Bahan baku lokal terdiri dari buah-buahan ,sayuran ,cokelat dan Ice cream digunakan untuk toping sedangkan untuk isi digunakan bahan baku impor yang terdiri ikan tuna dan daging .
PT.Jaddi Pastrindo Gemilang merupakan bahwa yang menjadi target pasar dari produk D’crepes adalah remaja dan keluarga .Dalam usaha mencapai tersebut maka D’crepes melakukam berbagai macam promosi .Promosi yang dilakukan oleh D’crepes antara lain adalah pemberian diskon ,peluncuran produk baru ,Joint promo di Supermarket ,iklan di majalah dan radio .Selain itu , untuk menghindari kejenuhan pasar maka setiap sebulan sekali ,D’crepes mengeluarkan produk baru yang hanya bertahan selama dua bulan dan akan terdapat produk-produk baru yang lainnya pada bulan-bulan berikutnya .Selain itu D’crepes juga mengadakan program smile card yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen
D’crepes menjual tiga jenis crepe dengan berbagai pilihan rasa ,yaitu
1. Hot crepes dengan kisaran harga antara Rp8.638,- sampai Rp.10.909 ,-
2. Hot special Crepes dengan kisaran harga antara Rp,11.818,- sampai Rp.13.363
3. Cold crepes dengan kisaran harga antara Rp. 11.818,-sampai 12.717
Sebagi menu tambahan D’crepes ,juga menjual air mineral, the kotak ,fruit tea ,Buavita dan Coca cola ,Konsumen dapat memilih Tambahan topping tambahan untuk crepenya dimulai dengan harga Rp.455 ,-sampai Rp. 4999,- Kemasan produk D’crepes terdiri dari dua macam yaitu kemasan bawa pulang dan makan di
Tempat . Pada kemasan bawa pulang ,kemasan yang terbuat dengan kertas karton dengan warna dasar kuning berbentuk segitiga serta dilengkapi dengan nama merek pada sisi atasnya , sedangkan untuk kemasan makan ditempat kemasan hanya terbuat dari kertas dengan warna dasar kuning dan dilengkapi dengan merek D’Crepes .
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasrkan hasil penelitian mengenai perilaku konsumen serta faktor-faktor yang memepengaruhi pemilihan produk crepe,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Karakteristik Responden dari D’crepes dan Crepes C.o mayoritas didominasi oleh jens kelamin wanita ,berusia 18-27 tahun ,dengan pendidikan terakhir SLTA,berprosesi sebagai pelajar /mahasiswa ,tingkat pengeluaran per bulan Rp. 500.001,- sampai Rp. 2000.000,- kemudian dari total 120 responden ,mayoritas responden mengetahui merek D’crepes . Pada proses keputusan pembelian ,responden D’crepes dan Crepes C.o memiliki kecenderungan yang hampir sama
2. Berdasarkan hasil Importance perfomance Analysis dapat diperoleh empat kudran kartesius yang menggambarkan kinerja masing-masing atribut yang dihubungkan dengan tingkat kepentingannya .Pada D’crepes yang menjadi atribut utama perusahaan yaitu halal,sedangkan pada crepes C.o yaitu kecepatan pelayanan ,penataan ruangan , produk baru/inovasi dan halal .Responden lebih memiliki pandangan yang positif kepada atribut-atribut yang dimiliki D’crepes dibanding Crepes C.o .
3. Tiga variabel yang mempengaruhi keputusan pemilihan merek Crepe adalah kerenyahan ,lokasi outlet ,dan ketersediaan fasilitas untuk makan di tempat
5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat dijadikan masukan khusunya bagi pihak D’crepes dan Crepes C.o adalah sebagai berikut :
1. Kedua perusahaan sebaiknya memperhatikan masalah label halal pada produk crpes yang dihasilkannya ,dengan mencatumkan label halal yang telah didaftarkan ke Dirjen POM serta MUI ,sehingga membuat konsumen yang mayoritas muslim merasa lebih yakin dalam mengkonsumsi makanan crepe .Pada crepe C.o .Selain atribut halal yang menjadi prioritas utama untuk perbaikan kerja yaitu kecepatan pelayanan , pengaturan manajemen karyawan yang kurang baik khususnya pada kebijakan libur karyawan yang dinilai terlalu berlebihan (dua hari libur ) ditambah jumlah karyawan yang hanya emapt orang dirasakan kurang efektif sehingga perlu adanya kebijakan baru perusahaan dalam hal manajemen karyawan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kecepatan dalam hal melayani karyawan serta kesiapan alat-alat proses pembuatan juga harus selalu diperhatikan ,penataan ruangan dengan memanfaatkan jasa design interior dan penggunaan warna –warni yang cerah diharapkan mampu merubah persepsi konsumen kearah yang lebih positif ,produk baru /inovatif dapat dilakukan dengan cara mengadakan paket-paket promosi atau pilihan rasa baru yang diciptakan orisinil oleh Crepes Co. Sehinnga dapat membuat konsumen merasa lebih tertarik untuk mengkonsumsi crepes dengan merek crepes c.o
DAFTAR PUSTAKA
Aida,N.2005 .Analisis Perilaku Konsumen dalam proses keputusan pembelian Makanan Berserat (Studi Kasus di perumahan Griya Katulampa Bogor ) .Depatmen ilmu –ilmu sosial Ekonomi Pertanian .Institut Pertanian Bogor .Bogor .
Dewi ST.2004 . Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Oleh Konsumen Restauran Tradisional Sunda (Studi Kasus di Kotamadya –Bogor ).Jurusan sosial Ekonomi Pertanian .Institut Pertanian Bogor ,Bogor
Engel .J.F.R.D. Black well ,dan P.W .Winniard .1994 ,Perilaku konsumen jilid 1 ,Edisi ke enam .Binarupa Aksara .Jakarta
Khaerani R.2005 ,Analisis Perilaku Konsumen dan Produk Positioning Kecap manis ABC di Bogor .Department ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian .Institut Pertanian Bogor .Bogor
Kotler ,P.2002 .Manajemen Pemasaran ,jilid 1 .Edisi Millenium .PT.Prendhallindo .Jakarta
Kotler .P.dan Armsrong ,Garry ,2001 ,Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I,Edisi 8 ,Penerbit Erlangga ,Jakarta .
Marini ,E . 2003 Analisis Perilaku Konsumen Remaja terhadap Perfomance dan Positioning Es Krim Conello (Study Kasus kota Bogor ).Program sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis .Institut Pertanian Bogor .Bogor .
Nazir ,M. 1998. Metode Penelitian .Ghalia Indonesia .Jakarta
Surya .P.L 2006 .Analisis Konsumen Remaja Terhadap Perfomance dan Positioning Es Krim Conelo (Studi Kasus Kota Bogor ) .Program studi Manajemen Agribisnis .Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor .Bogor
Santoso ,S dan Fandy .T .2001 .Riset Pemasaran : Konsep dan Aplikasi Dengan SPSS PT.Elex Media Komputindo .Kelompok Gramedia .Jakarta .
Sary.S .2006 Analisis Perilaku Konsumen Martabak Air Mancur Bogor (kasus cabang Jl .Padjajaran dan Jl. Sudirman ).Program Sarjana Eksistensi Manajemen Agribisnis .Institut Pertanian Bogor .Bogor
Supranto,J.2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan ; Untuk menaikan Pangsa Pasar .Rineka Cipta .Jakarta .
Supranto ,J. 2004 .Analisis Multiwariat Arti dan Interprestasi .Rineka Cipta Jakarta .
Yandri .M.2010. Analisis perilaku Konsumen ,Universitas Mercubuana , Jakarta .
Slots | Deposit & Withdrawal Methods | MGM Casino & Spa
BalasHapusSlots casino is one 제주도 출장샵 of our top-rated & trusted online 창원 출장안마 casinos in Michigan. 경산 출장마사지 It provides a 사천 출장샵 casino games selection that's always entertaining, 오산 출장마사지